Bismillah.
Rindu ini dipenuhi do'a-do'a harapan yang bukan sekedar khayalan.
Maafkan aku jika sering merindukanmu.
Entah apa yang harus aku lakukan lagi selain mendo'akanmu.
Bertemu denganmu pun hilang nyaliku.
Tapi urusan berdo'a untukmu aku adalah yang paling utama maju.
Jika rindu harus diterangkan maka dengan cahaya kasih seperti apakah aku mampu menerangkannya?
Tidakkah Dia adalah Rabb kita pemilik cahaya kasih yang utuh yang mampu menerangkan hatiku, pun hatimu.
Asal kau tau, rinduku tanpa cahaya kasih-Nya akan tersesat dan hilang tak tau arah.
Seperti halnya seorang yang buta, hilang di dalam belantara hutan yang kelam.
Adalah kamu alasanku merindu seperti ini.
Adalah kamu untuk menyempurnakan separuh agamaku.
Adalah kamu sekeping hati yang hilang dariku.
Dan adalah kamu, Allah menciptakan rindu.
Jika kita kelak bertemu di persimpangan jalan maka sapa lah aku.
Jangan kau palingkan wajahmu karena mungkin engkaulah yang kutunggu.
Tapi jika di persimpangan jalan itu aku menyapamu.
Maka alihkan wajahmu kepadaku, mungkin kau ketemukan do'a dan rindu yang menjelma angin itu.
Inilah pesan rinduku.
Seseorang yang berdiri di shaf terdepan dalam mendoakanmu.
Salam.
@dimasandia
Follow @hijrahcinta_
Follow @hijrahcinta_
Follow @hijrahcinta_ http://ift.tt/2sxwLqw http://ift.tt/2f12zSN
via Tumblr http://ift.tt/2uap9MX