Advertisemen

. Follow @catatancintamuslimah Follow @catatancintamuslimah . .Sahabat, bukankah berprasangka baik itu adalah perbuatan yang terpuji untuk melapangkan dan membersihkan hati? Sebaliknya, bukankah berprasangka buruk itu menyesakkan dadamu? Membuat pikiranmu sibuk serta hatimu menjadi gelisah dan susah untuk dikendalikan? . Setiap orang memiliki pemikiran masing-masing. Setiap orang juga memiliki keputusan masing-masing dalam hidupnya. Ketika ada seseorang yang mengeritikmu bukan berarti orang itu membencimu, bukan berarti juga dia ingin menyinggungmu, tetapi mungkin saja dia hanya ingin mengingatkanmu pada kebaikan, bisa saja dia hanya ingin dirimu menjadi lebih baik. . . Bukankah akan lebih baik ketika kita sedang mengalami sesuatu yang tak menyenangkan, kita segera bertabayyun sehingga hati menjadi tenang. Dengan selalu bersuudzhan (berburuk sangka) hati akan selalu gelisah, sebaliknya ketika kita mengedepankan prasangka baik terhadap saudara kita, Insya Allah kita akan merasa lebih tenang dan lebih bersyukur pada Allah. . . Jangan mudah berburuk sangka, ketika ada seseorang yang menasehati lewat postingannya di media sosial, bukan berarti dirinya sudah baik atau lebih baik darimu. Bukan berarti tulisannya ditujukan pada orang lain, namun terkadang tulisan tersebut hanya untuk pengingat dirinya pribadi. Hanya dia sendiri yang tahu dan isi hati yang paling dalam tidak ada seorang pun yang tau selain dia dan Allah. . . Rahasia hati manusia tidak ada yang mengetahui secara pasti selain Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati hamba-Nya. . Berbaik sangkalah kepada sesama manusia, maka akan menguatkan ikatan ukhuwah didalamnya. Dan sebaliknya berburuk sangka kepada sesama manusia akan menyebabkan rusaknya hubungan ukhuwah dan menyebabkan kegelisahan hati. Agar hubungan ukhuwah itu tetap terjaga dengan baik, salah satu sifat positif yang harus di lakukan adalah husnuzhan atau berbaik sangka. . Be positive people for better life :) @rizkyaamaliar http://ift.tt/2f12zSN
Advertisemen