Advertisemen

:. Mustahilnya Ide Emansipasi Dari sisi penerapan ide emansipasi ini ide yang sangat susah atau mustahil untuk diterapkan. Bagaimana tidak, kalau wanita minta setara dengan kaum laki-laki dalam segala hal, sungguh suatu hal yang nggak mungkin. Karena memang Allah sudah mengkodratkan perbedaan itu. Sudah ada pembagian tugas di masing-masing mahluk Allah ini. . “Kaum lelaki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, disebabkan Allah telah melebihkan sebagian mereka (lelaki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (lelaki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. An-Nisa`: 34) . “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya dengan cara yang ma’ruf.” (QS. Al-Baqarah: 228) . Indonesia Tanpa Sekularisme . Jikalau memang ada ketidaksetaraan, ketidakseimbangan, atau ketimpangan yang dialami oleh kaum wanita, sekali lagi itu lebih karena ekses dari diterapkannya sekularisme yang membawa angin liberalisme. Ide dasar emansipasi berupa sekularisme-liberalisme telah melumat habis tatanan syariah. . Seorang wanita muslimah dengan pakaian takwanya (jilbab dan kerudung), dikatainya mengungkung kebebasan dengan budaya unta (arab). Seorang istri yang taat kepada suami, dikatainya sebagai bentuk penindasan atas nama gender, dan lain sebagainya. . Menyerahkan penyelesaian ‘penindasan’ kaum wanita kepada sekularisme-liberalisme dengan ide emansipasi, hanya akan menambah nestapa nasib kaum wanita. Selain itu, ide emansipasi memang bertentangan dengan fitrah manusia. Fitrah atau kodrati manusia, menempatkan wanita sesuai dengan porsinya, akan tetapi emansipasi menuntut diluar itu, bahkan lebih dari itu, menuntut agar setara dengan laki-laki. Jelas tidak mungkin, dan hanya akan menghasilkan kerusakan dan kesia-siaan. Catet itu ! . Jikalau kita menginginkan wanita mulia, maka justru emansipasi harus dienyahkan dari buminya si bolang ini, sebagai gantinya kita pergunakan Islam sebagai solusinya. Karena Islam telah terbukti baik secara normative (nash) maupun secara praktis (penerapan) mampu mensejahterakan kaum wanita. Lalu kenapa kita masih percaya pada sekularisme? . Majelis @TausiyahCinta_ | Rubrik Fikriyah
Advertisemen